Translate

Rabu, 15 Juni 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn Y DENGAN ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI AKIBAT SKIZOPRENIA RESIDUAL DI RUANG RAJAWALI RUMAH SAKIT JIWA PUSAT CIMAHI BANDUNG

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn Y DENGAN ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI AKIBAT SKIZOPRENIA RESIDUAL DI RUANG RAJAWALI RUMAH SAKIT JIWA PUSAT CIMAHI BANDUNG
A. Laporan Kasus

1.       Pengkajian

a.       Identitas
1)     Identitas Klien
Nama                             : Tn. Y
Umur                              : 27 Thn
Alamat                   :  Kp Cihuni Ds Suka Mulya Rt/Rw : 03/06 Kec Tegal Waru Kab. Purwakarta.
Jenis Kelamin               : Laki-laki
Status marital               : Belum kawin
Pekerjaan                      : Tidak bekerja
Suku Bangsa                : Sunda
Agama                           : Islam
Tanggal masuk            : 31 Juli 2003 Pkl 14.30 Wib
Tgl pengkajian             : 1 Agustus 2003 Pkl 14.00 Wib
No. Reg                          : 010 821
2.       Identitas Penanggung Jawab
Nama                             : Tn U
Umur                              : 50 Thn
Alamat       : Kp.Cihuni Ds.Suka Mulya Rt/Rw 03/06
Kec.Tegal Waru Kab.Purwakarta.
Jenis Kelamin               : laki-laki
Pekerjaan                      : Buruh
Pendidikan                    : SD
Hub dengan klien        : Ayah
b. Alasan Masuk
 Klien mengurung diri didalam kamar, tidak mau makan juga selalu menolak bila diajak ngobrol dan pada waktu malam klien mengamuk karena mendengar suara-suara yang menyuruh pergi dari rumah, berlari-lari dan tidak boleh makan.
Pada saat pengkajian pada tanggal 1 Agustus 2003 pukul 14.00 Wib klien nampak sedang tiduran ditempat tidurnya dan pada saat ditanya klien selalu menundukkan pandangannya, nampak sering bengong, klien pun mengatakan bahwa ia tidak suka mengobrol dan klien lebih senang menyendiri. Klien mengatakan pada saat dirumah klien mendengar suara yang menyuruhnya untuk berlari-lari dan tidak boleh makan. Suara itu terdengar menjelang malam hari, 1 kali dalam sehari menjelang malam tepatnya setelah adzan maghrib, tetapi selama di RSJ klien tidak lagi mendengar suara itu.
a.     Faktor Predisposisi
Menurut penuturan klien dan keluarga, klien masuk RSJ sudah yang ketiga kalinya, pertama klien mengalami gangguan jiwa pada usia 17 tahun, gejala pertama yang klien alami, klien mengamuk dan merusak barang – barang rumah tangga, keluyuran keluar rumah pada malam hari, lalu klien dibawa ke RSJ dan dirawat selama 1 bulan lebih 10 hari lalu klien dirawat jalan, karena pengobatan tidak tuntas pada tahun 2000 klien mengamuk, merusak kendaraan milik tetangganya, bicara kacau lalu klien dirawat lagi di RSJ selama ± 1 bulan, kali ini pengobatan klienpun tidak tuntas akhirnya pada tanggal 31 Juli 2003 pukul 14.30 Wib klienpun dinyatakan harus dirawat lagi karena mengurung diri didalam kamarnya, menolak untuk makan, merusak perabotan rumah dan bicara kacau. Klien mengatakan sekolahnya sampai SD, klien pernah dipecat dari pekerjaannya dan klienpun merasa malu karena klien merupakan anak yang paling besar dalam keluarganya dan mempunyai adik 7 orang yang masih kecil-kecil.
Masalah keperawatan : Harga Diri Rendah.
b.     Pemeriksaan Fisik
1)       Tanda vital
Tekanan darah                        : 120/90 mmHg
Nadi                                              : 96 x/menit
Respirasi                                    : 24 x/menit
Suhu                                           : 36,5°C
TB                                               : 160 Cm
BB                                              : 49Kg
Keluhan Fisik           : Tidak ada keluhan.
Masalah keperawatan            : Tidak ada masalah
2)       Psikososial
a)       Genogram








Keterangan
                               : Laki-laki
                               : Perempuan
                               : Perempuan pernah sakit jiwa tapi meninggal
                               : Perempuan meninggal
                               : Laki-laki meninggal
                               : Klien Laki-laki

                               : Garis tinggal serumah
                       : Garis perkawinan
                       : Garis keturunan
Klien tinggal bersama orang tuanya dan kempat adiknya. Nenek dari ibu klien, pernah mengalami gangguan jiwa sejak suaminya meninggal kira-kira tahun 2000, bahkan sampai beliau meninggal penyakitnya itu belum sembuh dan tidak pernah berobat. Klien paling dekat dengan adiknya yaitu anak ke 7. Klien diasuh oleh kedua orang tuanya, dirumah klien jarang mengobrol dan klien termasuk anak yang tertutup.
Masalah keperawatan : koping individu tidak efektif.
b)       Konsep diri
(1)     Gambaran diri
Klien menyukai semua bagian tubuhnya.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah.
(2)     Identitas diri
-          Klien dapat mengatakan identitas dirinya yaitu, nama, tahun lahir, dan alamat dgn jelas.
-          Klien sebagai anak yang paling besar dalam keluarganya dan klien menerima keadaannya sebagai laki-laki.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah
(3)     Peran
Didalam keluarga  klien dapat berperan   sebagai anak paling besar dari delapan bersaudara, tetapi klien tidak dapat berperan secara optimal sebagai anak paling besar di keluarganya karena kondisinya saat ini yang sedang sakit.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah.
(4)     Ideal diri
Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan ingin cepat pulang.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah
(5)     Harga diri
Klien mengatakan ia merasa malu dengan keadaannya yang sakit dan ia malu karena tidak bisa berperan sebagai kakak yang paling besar, yang seharusnya bisa membimbing adik-adiknya dan dapat membantu kedua orang tuanya mencari nafkah.
Masalah keperawatan : Harga diri rendah
c)       Hubungan Sosial
(1)     Orang terdekat dengan klien adalah adiknya.
(2)     Di rumah, klien sering menyendiri di dalam kamar, dan berbicara apabila ditanya.
(3)     Di rumah sakit, klien nampak sering  menyendiri ditempat tidurnya, tidak suka mengobrol dengan teman-temannya.
Masalah keperawatan : Isolasi  sosial : menarik diri
d)       Spiritual
Klien beragama islam dan percaya adanya tuhan, klienpun bisa membaca syahadat dengan benar, tetapi selama di RSJ klien tidak nampak melakukan sholat.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
e)       Status Mental
(1)     Penampilan klien tidak rapih, rambut kotor, tercium bau tidak enak.
Masalah keperawatan : defisit perawatan diri
(2)     Pembicaraan
Klien bisa menjawab pertanyaan perawat dengan benar ± 15 menit.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
(3)   Aktivitas motorik
Klien nampak sering tiduran diatas tempat tidur dan klien nampak sering diam, duduk sendirian diatas tempat tidur tetapi klien dapat melakukan aktifitas sehari-hari tanpa bantuan tetapi bila disuruh.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah.
(4)   Alam perasaan
Klien tampak sedih dengan keadaannya sekarang, klien mengatakan ingin cepat pulang.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
(5)     Afek
Afek klien tumpul (hanya bereaksi kalau ada stimulus).
Masalah keperawatan : isolasi sosial : menarik diri
(6)     Interaksi selama wawancara
Selama wawancara klien kurang koopratif, kontak mata kurang, suara lemah, klien sering bengong.
Masalah keperawatan : harga diri rendah.
(7)     Persepsi
Terdapat halusinasi, klien pernah mendengar suara yang menyuruhnya untuk berlari-lari dan tidak makan. Suara itu klien dengar ketika menjelang malam hari dan selama berada dirumah. Tetapi di RSJ klien tidak mendengar suara itu lagi.
Masalah keperawatan : perubahan persepsi : halusinasi dengar.
(8)     Proses pikir
Klien dapat mengikuti pembicaraan sesuai dengan topik pembicaraan dalam jangka waktu ± 15 menit.
Masalah keperawatan: tidak ada masalah.
(9)     Isi pikir
Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan ingin cepat pulang. Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

(10) Tingkat kesadaran

Klien menyadari kalau ia sedang sakit dan berada di RSJ Cimahi.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
(11)  Memori
Klien dapat menyebutkan tahun lahir klien, nama klien dan nama seluruh anggota keluarganya.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
(12)    Tingkat Konsentrasi
-          Klien dapat berkonsentrasi ± dalam waktu 15 menit
-          Klien dapat menghitung penjumlahan dan pengurangan dgn benar.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

(13)    Kemampuan penilaian
Klien mampu menentukan kegiatan mana yang harus didahulukan antara gosok gigi dengan makan, klien menjawab makan dulu.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
(14)    Daya tilik
Klien mengakui bahwa dirinya sakit, dan ia ingin cepat pulang.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
f)        Kebutuhan persiapan pulang
(1)     Makan
Klien hanya membutuhkan bantuan minimal yaitu hanya dengan dipersiapkan makannya dan klien dapat makan sendiri tanpa bantuan. tidak ada makanan yang dipantang.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
(2)     BAB/BAK
Klien dapat melakukan BAB/BAK secara mandiri
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
(3)     Mandi
Klien dapat mandi sendiri tatapi jika disuruh.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
(4)     Berpakaian
Klien hanya membutuhkan bantuan yaitu dipersiapan pakaian yang akna dipakainya & dapat berpakaian sendiri.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
(5)     Istirahat Tidur
Dalam tidur klien tidak ada masalah, baik tidur siang maupun tidur malam.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
(6)     Penggunaan obat
Dalam penggunaan obat klien hanya memerlukan bantuan minimal dengan penyediaan obat sesuai dosis.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
(7)     Kegiatan kesehatan
Klien mendapatkan perawatan lanjutan & berbagai sistem pendukung.
Masalah keperawatan: tidak ada masalah.
(8)     Kegiatan di dalam rumah
Klien harus mampu berinteraksi dengan keluarga, mencuci pakaian sendiri sehingga mempunyai kesibukan.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
(9)     Kegiatan di luar rumah
Klien harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
g)       Masalah Psikososial & Lingkungan
Klien mempunyai masalah dengan lingkungannya, klien kurang berinteraksi dengan masyarakat sekitar, ia sering melamun & lebih suka menyendiri di dalam kamarnya.
Masalah keperawatan : gangguan konsep diri : HDR
Isolasi sosial : menarik diri
h)       Pengetahuan
Klien menyadari dan tahu kalau dirinya mengalami gangguan jiwa, tetapi klien tidak tahu faktor-faktor yang menyebabkannya.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
i)         Data penunjang
DM : Skizoprenia Residual
Terapi  medik :
Holoperidol 1,5 mg 3X1
Trihexivenidil 2 mg 3X1
Clorpromazin 100mg 3X1
j)        Daftar Masalah
(1)     Gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah.
(2)     Isolasi sosial, menarik diri
(3)     Koping individu tidak efektif
(4)     Perubahan persepsi : Halusinasi dengar
(5)     Defisit perawatan diri

1.       Diagnosa Keperawatan

  1. Analisa Data
No
Data
Masalah
1







2













3







4.





DS : Klien mengatakan merasa malu bila berhubungan dengan orang lain.
DO :  - Klien nampak sering menyendiri.
-   Klien nampak jarang mengobrol dengan teman-temannya
-   Kontak mata selama wawancara kurang

DS :      -     Klien mengatakan lebih senang menyendiri
-        Klien mengatakan tidak suka mengobrol dengan teman-temannya.
DO : -  Klien nampak sering menyendiri di atas tempat tidur
-        Klien nampak tidak suka mengobrol dengan teman-temannya.
-        Kontak mata selama wawancara kurang.
-        Afek klien tumpul

DS : - Klien mengatakan ia tidak suka mengobrol dengan anggota keluarganya.
            - Klien lebih sering berdiam diri di tempat tidurnya 
DO :    -  Klien termasuk orang tertutup
-             Klien lebih dekat dengan adiknya

DS : - Klien mengatakan suka mendengar suara-suara yang menyuruhnya berlari-lari dan tidak boleh makan.
        - Klien mengatakan suara-suara itu terdengar pada waktu menjelang malam.
DO :  - Klien nampak sering bengong   

DS : Klien mengatakan malas mandi
DO : - Penampilan klien tidak rapih
         - Rambut klien nampak tidak rapih dan kotor
         - Badan klien berbau tak sedap
Gangguan konsep diri : Harga diri rendah






Isolasi sosial menarik diri












Koping individu tidak efektif






Perubahan persepsi : Halusinasi dengar






  1. Diagnosa Keperawatan
1)       Perubahan Persepsi : Halusinasi dengar berhubung  menarik diri.
2)       Isolasi sosial : menarik diri berhubung harga diri rendah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar